Landasan Pacu Bandar Udara (Bandara) Mali di Kabupaten Alor belum steril dari aktivitas masyarakat.
Buktinya, hingga saat ini landasan pacu itu masih dijadikan sebagai jalan umum oleh warga untuk ke pantai yang ada di sekitar kawasan bandara itu.
Pantauan Pos Kupang, seminggu terakhir, landasan pacu bndara tersebut digunakan pejalan kaki yang ingin ke pantai di ujung landasan
Selain itu, ada oknum warga yang mengibat ternak kambingnya di dalam kawasan bandara. Pada waktu tertentu, ada juga warga yang memanfaatkan landasan pacu bandara itu untuk berlatih mengendarai sepeda motor dan atau mobil. Hal ini terjadi karena kawasan bandara belum dipagari.
Kepala Bandara Mali, Mesakh Talilah, S.H yang dikonfirmasi di kantornya, Sabtu (27/9/2009), membenarkan kondisi itu. Menurut Mesakh, kawasan bandara khususnya di bagian landasan pacu harus steril atau diproteksi dari bentuk aktivitas apapun.
Landasan pacu hanya bisa dipergunakan untuk kepentingan penerbangan atau ada pekerjaan pembangunan di kawasan bandara itu.
Namun, landasan pacu Bandara Mali sudah menjadi lintasan jalan dan sering menjadi tempat latihan mengendarai motor atau mobil. Aktivitas tersebut sangat mengganggu penerbangan, meski dilakukan pada waktu tidak ada aktivitas penerbangan.
Mesakh mengaku telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tetapi sejumlah masyarakat entah dari mana, tetap saja menjadikan landasan pacu bandara itu sebagai lintasan jalan ke pantai.
Menurutnya, satu-satunya jalan untuk mengatasi masalah itu adalah membangun pagar yang baik untuk melindungi kawasan bandara. “Kawasan bandara ini cukup luas, sementara petugas pengamanan terbatas, ditambah lagi kondisi pagar yang ada masih darurat sehingga orang bisa masuk seenaknya,” kata Mesakh.
Dia berharap pemerintah daerah bisa memprogramkan pembangunan pagar di kawasan bandara tersebut.