S
ebanyak 150 ton kopi Arabika Flores Bajawa (AFB) yang diproduksi 12 Unit Pengolahan Hasil (UPH), diekspor ke Amerika Serikat (AS). Volume ekspor kopi AFB tahun ini meningkat. Tahun lalu 50 ton kopi AFB diekspor ke AS.
Pelepasan ekspor kopi AFB dilakukan Bupati Ngada, Drs. Piet Nuwa Wea diwakili Asisten II Setda Ngada, Drs. Petrus Tena, di halaman kantor Bupati Ngada, Sabtu (26/9/2009). Pelepasan ekspor kopi AFB ditandai dengan percikan air kelapa dicampur dengan darah babi yang sebelumnya sudah melalui proses ritual adat `Ri A Ulu Ngana.’
Petrus Tena salam sambutannya mengatakan, pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (P3) Ngada atas perannya sebagai fasilitator yang baik sehingga bisa dilakukan ekspor kopi arabika Bajawa ke Amerika. Dikatakannya, ekspor kopi ini merupakan keberhasilan yang luar biasa karena mampu memberdayakan para petani dan memasarkan hasil produksi mereka hingga mengangkat martabat Ngada di mata internasional.
Petrus Tena berharap, hasil komoditi lainnya, seperti kakao, jambu mete, jagung, pisang, yang juga merupakan kekayaan Kabupaten Ngada agar bisa lebih dikembangkan dan bisa juga diekspor ke luar negeri.
Ketua sementara DPRD Ngada, Kristo Loko, S.Fil, dalam sambutannya, mengatakan Dewan sangat mendukung keberhasilan yang sudah diraih pemerintah. “Lembaga Dewan akan selalu memberi dukungan politik untuk mengoptimalkan produksi petani sebagai unggulan Kabupaten Ngada,” kata Kristo.
Dia juga menyampaikan kekagumannya terhadap para petani kopi karena bisa membangun semangat yang sinkron menanggapi gagasan pemerintah sehingga apa yang mereka hasilkan bisa menembus pasaran dunia internasional.
Kepala Dinas (Kadis) P3 Kabupaten Ngada, Ir. Bernard F. Burah, dalam laporannya mengatakan, jika dilihat dari potensi produk Kopi AFB, maka jumlah ekspor yang ada saat ini baru mencapai 60-70 persen.
“Ini artinya pada tahun 2010 dan seterusnya masih berpeluang besar untuk ditingkatkan lagi jumlah ekspor kopi AFB hasil panen petani di daerah ini. Hal ini bisa terlaksana melalui upaya membangun UPH baru dan perbaikan UPH yang telah ada. Selain itu, perlu juga didukung penyediaan peralatan mesin yang memadai,” kata Bernard.
Melihat trend peningkatan ekspor kali ini, kata Bernard, pemerintah optimis tahun depan bisa mengekspor kopi arabika sekitar 170-180 ton. Bahkan jika semua upaya bisa terlaksana dengan baik maka target ekspor 200 ton Kopi AFB bisa terlaksana. “Saat ini kita tengah mengupayakan penambahan lagi dua UPH,” tambahnya.
Dikatakannya, kehadiran UPH baru bisa menutup jalur-jalur pembelian oleh tengkulak yang pembeli kopi secara tidak resmi dan secara tidak bertanggung jawab.
Pantauan Pos Kupang, acara pelepasan kopi AFB juga dilakukan
upacara adat dimana Asisten II, Petrus Tena memercikan air kelapa dicampur darah babi melalui prosesi ritual adat `ri a ulu ngana.’
Acara ini dihadiri Asisten I, pimpinan SKPD para Staf Ahli, para karyawan UPH, para petani, tua adat.
richard said on Monday, November 2, 2009, 0:43
sayang ekspornya masih melalui surabaya