Friday, July 30, 2010

Sampah Plastik, Ancaman Pariwisata Florata

Tuesday, September 22, 2009, 8:32
Artikel kategori Sosial Politik, Jumlah Komentar 0 Comments

sampahSampah plastik telah menjadi ancaman serius bagi pariwisata Flores-Lembata (Florata). Jika tidak segera diatasi, masalah sampah plastik akan mengancam dunia kepariwisataan kita. Untuk itu, berbagai upaya untuk menanggulangi masalah sampah di wilayah ini perlu segara dilakukan.

Hasil survei yang dilakukan Forum Pariwisata Flores-Lembata (Florata) menunjukkan, sebaran sampah plastik di wilayah ini cukup mengkhawatirkan. Saat ini, semua kabupaten di Flores dan Lembata tidak luput dari sebaran sampah plastik. Setiap hari puluhan ton plastik masuk ke wilayah Flores-Lembata tanpa ada yang bisa mengendalikan atau menghentikannya.

Dari Manggarai Barat sampai Lembata, sampah plastik bertebaran di mana-mana baik di jalan maupun di setiap lingkungan rumah tangga. Sebarannya pun merata di setiap kabupaten.

Hal ini diungkapkan praktisi pariwisata Paul Tallo di Labuan Bajo belum lama. Paul mengatakan, kondisi ini sangat mengancam dunia kepariwisataan dan membahayakan kesehatan masyarakat di Flores dan Lembata. “Sampah-sampah plastik itu dapat mencemari lingkungan alam juga menjadi sumber berbagai penyakit. Bila tidak segera ditanggulangi, maka suatu waktu wilayah Flores-lembata akan menjadi daerah yang dipenuhi oleh sampah plastik,” kata Paul.

Dikatakan Paul, jika ingin pariwisata di Flores-Lembata dapat berkembang dengan baik maka selain kerjasama semua elemen masyarakat terutama pemerintah, persoalan sampah plastik harus menjadi perhatian serius. Ia mengatakan, wilayah Flores-Lembata memiliki sumber daya pariwisata yang potensial dan akan mampu menarik banyak wisatawan manca negara berkunjung.

Selain sampah, infrastruktur jalan, komunikasi, air minum, listrik perlu mendapat prioritas dalam pembangunan. Infrastruktur jalan mesti segera dibangun terutama di obyek-obyek wisata.

Di Manggarai Barat, misalnya, sejumlah hotel berbintang telah dibangun tetapi kondisi infrastruktur jalan masih memprihatinkan. Jalan menuju hotel Bintang Flores hingga Gorontalo yang merupakan pusat industri pariwisata cukup memprihatinkan. Kondisi ini dikeluhkan oleh para wisatawan manca negara.

Paul mengatakan, pariwisata Flores-Lembata jika dikembangkan secara profesional dan semua pemimpin di wilayah ini bersatu memfokuskan pembangunan pada sektor pariwisata maka kesejahteraan hidup masyarakat akan semakin baik.

Selama ini, kata Paul, pariwisata belum menjadi salah satu sektor unggulan yang mendapat prioritas dalam pembangunan. “Padahal, pariwisata tidak bisa dibangun secara parsial atau sepotong-sepotong. Di mana setiap kabupaten masih membangun secara sendiri-sendiri tanpa menjalin kerjasama dengan kabupaten lain,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan sampah ini, Forum Pariwisata Flores-Lembata, dalam tahun ini juga akan melakukan kampanye guna membangun kesadaran masyarakat dan pemerintah akan bahaya sampah plastik. Kampanye anti sampah plastik tersebut dimulai dari Labuan Bajo untuk wilayah barat dan Lembata untuk wilayah timur dan berpusat di kawasan wisata Riung, Bajawa.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dan pemerintah semakin sadar akan bahaya sampah plastik sekaligus bersama-sama berjuang untuk memeranginya agar Flores-Lembata suatu saat bebas dari sampah plastik.

Anda berkomentar di sini, atau Pelacakan dari website anda.

Leave a Reply