Thursday, September 9, 2010

Sapi dan Kerbau Mati Mendadak

Thursday, August 20, 2009, 8:37
Artikel kategori Peternakan, Jumlah Komentar 0 Comments

Selama dua pekan terakhir, 40 lebih ternak sapi dan kerbau milik warga Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupate Nagekeo, mati mendadak. Penyakit yang belum diidentifikasi itu sangat mematikan, sebab dalam tempo 4-5 jam sejak memperlihatkan gejala sakit, ternak langsung mati.

Demikian dikatakan  Ferdinandus Sadha, Kepala Desa Tendakinde, Kamis (13/8/2009) sore di rumahnya di Tenkakinde.

Dia memperkirakan, ternak sapi dan kerbau yang sudah tidak hanya 40 ekor, karena banyak yang mati di hutan. Saat ditemukan sudah membusuk, bahkan ada yang tinggal tulang belulang.

“Kami sudah melaporkan masalah ini ke petugas peternakan di Kecamatan Wolowae,” katanya.

Petugas peternakan, katanya, sudah turun ke desa untuk mengatasi penyakit tersebut. Ternak milik warga sudah diberi vaksin. “Tapi masih ada juga ternak yang mati,” katanya.

Ternak yang mati akibat diserang penyakit, katanya, tidak dikonsumsi melainkan langsung dibakar. “Tapi banyak juga ternak yang mati di hutan. Kalau yang mati di hutan itu, saat kami dapat sudah membusuk, bahkan tinggal tulang saja,” katanya.

Ternak yang terkena penyakit itu, katanya, ditandai bengkak di tenggorokan dan leher. Kalau sudah bengkak, tidak lama lidah sapi atau kerbau menjulur keluar karena tidak bisa makan. Seperti tercekik. Sapi atau kerbau tidak banyak bergerak.

“Dari informasi yang disampaikan oleh petugas peternakan, penyakit itu disebabkan virus SE,” katanya.

Hal senada dikatakan  Kristoforus Kaka (37) yang ditemui di Pos Polisi Wolowae. Sehari-hari Kaka menggembalakan sapi milik Konstantinus Jambu.
Sapi gembalaannya sering mengalami gejala seperti yang diceritrakan Kades Tendakinde. Kaka juga mengatakan sering menemukan bangkai sapi di hutan.

“Saat gembalakan sapi itu kadang saya lihat ternak  mati di hutan dan ada yang baru sakit. Sapi yang sakit itu tidak mau jalan. Lehernya bengkak, susah makan- minum dan tidak lama mati,” katany

Anda berkomentar di sini, atau Pelacakan dari website anda.

Leave a Reply