Rencana pemindahan 10 ekor komodo dari Pulau Flores ke Bali akhirnya dibatalkan. Hal tersebut dikatakan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya yang mengatakan bahwa Menteri Kehutanan MS Kaban setuju untuk tidak melakukan hal tersebut.
“Pada dasarnya Menhut memahami aksi penolakan dari masyarakat NTT untuk memindahkan sebanyak 10 ekor komodo ke Bali,” kata Gubernur Lebu Raya di Kupang, Rabu (5/8). Menurut Gubernur, Menhut akan berkonsultasi ulang dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Sebelumnya Menhut menyatakan bahwa rencana pemindahan komodo ke Taman Safari Bali untuk pemurnian genetik dilakukan berdasarkan hasil kajian LIPI atas binatang purba yang semakin langka itu. Ironisnya, LIPI sendiri membantah telah mengeluarkan rekomendasi tersebut kepada Menteri Kehutanan.
Lebu Raya lalu menegaskan bahwa pihaknya menolak memindahkan komodo untuk keperluan genetika ke daerah lain. Menurutnya, sebaiknya proses pemurnian genetika terhadap binatang langka itu dilakukan di habitatnya di Pulau Komodo dan Rinca di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). “Tak hanya Bali, ke daerah lain pun kami tidak setuju untuk dipindahkan,” katanya.
Sebelum rencana pemindahan ini dilakukan, sebanyak 4 ekor komodo telah diambil dari Manggarai Barat ke Taman Safari Bali. Wakil Gubernur Esthon Foenay meminta Taman Safari Indonesia di Bali untuk segera mengembalikan empat ekor komodo itu ke habitatnya di Kabupaten Manggarai Barat.
“Kami tegaskan agar empat ekor komodo di Taman Safari Indonesia di Bali segera dikembalikan ke habitatnya,” katanya. (Kompas.com)
SEBASTIAN PANDANG said on Friday, August 7, 2009, 5:20
Saya sebagai practisisi pariwisata khususnya di flores merasa senang karena SK menteri Kehutanan pada bulan mei yang lalau di batalakan yakni tentang Pemindahan 10 ekor binatang langkah Komodo dari habitatnya ke Taman Safari Bali.
Namun kita terus berjuang untuk memeulangkan 4 ekor komodo yng terlanjur di culik dari habitatnya di kawasan komodo dan sekitarnya yang sekarang sudah ada di Taman safari Bali. Tiada mendung dan angin hujan pun tiba, 4 ekor komodo sudah ada di Taman Safari Bali, itu juga perlu di pertanyakan trik kotor apalgi yang di buat sama pemerintah atau yang punya kepentingan dengan TN Komodo?????????????????? lgi2 syarat dengan konspirasi busuk, yang ujung2nya mematikan pertumbuhan pariwisata NTT umunya dan Menggilas bisnis pariwisata Flores khususnya. Olehnya itu mari kita tetap bersemgat untuk mempertanyakan status 4 ekor komodo d TS Bali, serta menuntut pihak2 yang melakukan pencurian terhadap binatang langkah tersebut.
Semogah
Ignasius Suradin said on Monday, August 17, 2009, 16:11
saya juga mendukung langkah2 positif yang diambil oleh pemerintah NTT….. Komod itu sudah jadi ikon NTT apalagi Komodo sudah masuk dalam nomonasi New7wonder. lucu kalu natinya masuk menjadi salah satu keajaiban sementara Komodo2nya ada di Bali… memalukan!!!!!
mahasiswa dan pekerja pariwisata!!!!!
siprianus said on Sunday, October 11, 2009, 3:05
pak bupati mabar anda mungkin ga ingat ya anda tu jadi bupati karena dipilih masyarakat,jadi nyadar donk jangan cari keuntungan sendiri.komodo tu hidupnya cuma di flores.kalu mau berdagang jgn komodo jadi sasaranya jadi pemulung lebih keren lho pak.(alumni tourism high school sadar wisata ruteng)…………………………………
Gonzales Bali said on Thursday, October 29, 2009, 9:10
Pa Bupati……… kami pelaku pariwisata sdh lama mempromosikan komodo melalui mulut ke mulut di Bali, Bpk kok seenaknya saja memindahkan barang warisan,….. ingat kata orang tua dulu “JAGA PETO’” eeeee kraeng.kl ada komodo di Bali ngapain hrs ke Flores…/????????tlg pa Bupati perjuangkan biar komodo diplgkan.thx….. 7 keajaiban dunia pa……ngerti ngga sihhhhh dgn kata yg ajaib.pelaku pariwisata Bali dr manggarai
admin said on Monday, November 16, 2009, 0:18
Kita tidak mengerti dengan kebijakan pemerintah sekarang. Terlalu mengada-ada dan sangat irasional. Warisan tempat lain di taruh di tempat lain. Pak Bupati juga ngogo kata orang Manggarai