Friday, July 30, 2010

Tambang Emas Ancam Karamba Loh Mbongi

Tuesday, May 26, 2009, 15:50
Artikel kategori Sosial Politik, Jumlah Komentar 2 Comments

Penambangan emas yang sementara dieksplorasi investor asal China di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), mengancam wilayah budidaya ikan milik PT Karamba di Loh Mbongi. Selain PT Karamba, salah satu hotel sekitar lokasi itu juga terancam.

Pantauan Pos Kupang, Rabu (20/5/2009), proses eksplorasi tambang emas sedang dilakukan. Tampak sejumlah bukit di sekitar lokasi karamba dan Hotel Batu Gosok milik Perusahan Anam Emerald menjadi ancaman dari proses penambangan apalagi jika dilanjutkan ke tingkat eksploitasi.

Di lokasi Batu Gosok, sejumlah kendaraan milik perusahaan tambang keluar masuk lokasi termasuk ke Labuan Bajo dan sebaliknya. Alat berat terlihat di puncak bukit.
PT Karambah berada di Loh Mbongi sejak beberapa tahun lalu saat LSM The Nature of Conservancy (TNC), LSM internasional, diberi kuasa mendukung pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK). Namun tahun 2005 LSM ini berubah menjadi PT Putri Naga Komodo (PNK). Sementara PT Karamba yang dulunya di bawah pengelolaan TNC berdiri sejak tahun 2005.

PT Karamba bergerak di bidang budidaya ikan memiliki lahan di darat seluas 14 hektar (ha) dimana di atasnya ada bangunan kantor, laboratorium dan asrama.

Sedangkan di laut PT Karamba membuat karamba budidaya ikan. Sejak empat tahun terakhir perusahaan ini berjalan aman dan memberikan pendapatan bagi daerah lewat sektor perikanan. Namun beberapa waktu terakhir perusahaan ini mendapat persoalan yang mengancam keberlangsungan pembudidayaan ikan keramba dengan masuknya investor asal China yang mengeksplorasi emas di sekitar lokasi keramba.

Direktur PT Karamba, Edy Bataona, Rabu (20/5/2009), mengatakan, ada indikasi perusahaan yang mengeksplorasi tambang emas di sekitar lokasi PT Karamba sudah memasuki lahan milik Karamba tanpa izin. Meski lokasi itu hanya digunakan sebagai jalan masuk kendaraan namun sebagian sudah digusur dengan alat berat.

“Tanah lokasi PT Karamba 14 ha. Dan yang sudah mulai diambil perusahan tambang pada bagian barat mulai dari kaki bukit hingga puncak. Di tanah itu ada pilar kami yang dipasang sejak beberapa tahun lalu,” kata Bataona.

Dia menyesalkan sikap investor China yang eksplorasi di sekitar lokasi itu bahkan masuk lahan milik PT Karamba tanpa pernah ada komunikasi dengan pihaknya.
Alumnus pasca sarjana bidang biologi lingkungan Universitas Australia ini mengatakan, jika kegiatan penambangan dilakukan akan berdampak pada karamba miliknya juga pada nelayan di Pulau Seraya serta salah satu perusahaan perhotelan di Batu Gosok, yakni Anam Emerald.

“Dampak lingkungan terhadap ekosistem di laut akan menjadi ancaman serius,” katanya.

Menurutnya, nelayan Seraya akan terancam jika tambang emas sekitar Batu Gosok dikerjakan maka sejumlah limbah akan dibuang ke laut yang mengganggu ekosistem laut sekitar.

“Apakah pemerintah yang memberikan izin eksplorasi sudah mempertimbangkan hal ini atau tidak, saya tidak tahu,” tanya Bataona.

Dia mengaku sudah beberapa kali bertemu pihak perusahaan tambang dan Dinas Pertambangan Mabar namun belum ada titik temu. “Pihak perusahan tambang beritahu saya kalau mereka akan melakukan penelitian umum selama dua tahun sehingga kami mempertanyakan penelitian macam apa hingga makan waktu dua tahun. Karena mereka masuk kawasan/lahan milik kami maka saya akan pasang bendera merah putih pada setiap sudut tanah milik kami,” ujarnya.


Anda berkomentar di sini, atau Pelacakan dari website anda.

2 Responses to “Tambang Emas Ancam Karamba Loh Mbongi”

  1. Jolledif Gerats said on Sunday, June 14, 2009, 7:40

    Saya menghimbau segenap masyarakat Manggarai Barat, NTT, untuk menolak segala bentuk eksplorasi tambang di Manggarai Barat.

    Jangan percaya dengan janji-janji pihak tertentu yang mengatakan kesejahteraan warga akan terjamin bila ekplorasi tambang dilakukan. Semua itu, bohong besar, itu hanya akan bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan proses eksplorasi.

    Kita bisa ambil contoh, Mataram, di mana Newmont melakukan eksplorasi tambang, toh kesejahteraannya tidak lebih baik dari NTT, padahal pendapatan dari sektor tambang sebetulnya sanga…sangat..sangat besar dibandingkan sektor lainnya.

    Kemudian, Freeport di Papua, tetap saja masayarakatnya masih agak terbelakang, dibandingkan hasil kekayaan yang diperoleh dari tambang. Semestinya masyarakat di sana mendapatkan jauh-…jauh…lebih besar dati yang mereka peroleh saat ini.

    Memang, eskplorasi membutuhkan SDM dan tekhnologi yang canggih sehingga inevestor asing lebih berpeluang melakukan eksplorasi. Namun, dari pada sebagian besar kekayaan tambang kita di bawa ke luar negeri dan kita hanya kebagian sedikit saja, lebih baik tambang yang ada menunggu hingga ada cucu,cece, dan cicit kita nanti yang memiliki SDM lebih baik.

    Ingat! Ekslorasi selain membawa keluar hasil tambang yang ada, kegiatan eskplorai akan merusak lingkungan. Lebih parah lagi, kampung-kampung di sekitar tambang terancam hilang sekarang berada di radius 10km dari titik tambang.

    Perlu diingat juga. China saat ini sangat gencar untuk melakukan eksplorasi di banyak negara untuk persediaan jangka panjang, Apakah kita terima, kita menyumbang persediaan orang lain, sementara sumber cadangan kita habis?

    Atas dasar itu, dari hati paling dalam saya menghimbau masyarakat Mabar untuk menolak kegiatan ekslorasi perusahaan tambang asal China di Mabar.

    Salam
    Mabar Boy, Jakarta

    Tolak eksplorasi tambang di Mangga

  2. Gonzales Bali said on Wednesday, October 28, 2009, 9:50

    Dimana ada gula pasti ada semut…… byk kepentingan2 pribadi yang akan mucul di labuan bajo,….. Saya jg adalah sala satu pelaku pariwisata di Bali dan sdh pernah dapat uang makan dari hasil penjualan tour Komodo dan sekitar…..kalau ada atau siapa saja yg baca tulisan saya ini ” TLG JANGAN JUAL NASI SEPIRING DARI CUCU2 ORG MANGGARAI” jgn tergiur dgn janji tp lihat yg nyata aja bahwa kita uda dpt kerja dan makan dr wisatawan yg dtg ke komodo so jgn biarkan China masuk lg, terlalu lama kita jg dikuasai ama cina dlm berbisnis. hidup org manggarai asli….

Leave a Reply