Keluarga Mantan Bupati Manggarai, Frans Sales Lega menyampaikan rasa kagum, bangga dan terima kasih yang begitu besar diberikan Pemerintah Daerah dibawah Kepemimpinan Bupati Manggarai Drs. Christian Rotok dan Wakil Bupati Manggarai DR. Deno Kamelus, SH, MH serta rakyat Manggarai terhadap jasa ayah mereka Frans Sales lega hingga menamai Bandar Satar Tacik menjadi BANDAR UDARA FRANS SALES LEGA.
Penuturan itu langsung disampaikan putra Frans Sales Lega Audax Lega saat peresmian perubahan nama Bandar Udara Satar Tacik menjadi Bandar Udara Frans sales lega yang berlangsung, selasa (19/05) kemarin. ”kami bangga dan menaruh rasa hormat kami kepada Pemerintah dan rakyat Manggarai yang telah mengabadikan jasa-jasa Bapak Frans Sales lega ini” ujar Audax Lega. Hadir dalam kesempatan itu istri Mantan Bupati Manggarai Frans Sales lega Dominika Lega beserta keluarga. Bupati Manggarai Drs. Christian Rotok, Ketua DPRD Manggarai Ongge Yohanes, BA, unsur muspida, para pejabat eselon II dan III serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Pengresmian ini ditandai dengan penanda tanganan prasasti oleh Bupati Manggarai Drs. Christian Rotok, Wakil Bupati Manggarai DR. Deno Kamelus, SH, MH. Audax Lega menyampaikan terima kasih yang dalam atas kerja sama semua pihak baik pemerintah maupun rakyat Manggarai dalam membangun Bandar Udara ini. Dikatakan pemberian nama Bandar Udara Frans Sales Lega bukan sekedar sebuah penghargaan kepada kami keluarga tetapi juga penghargaan bagi warga Manggarai dari Wae Mokel sampai selat sape.
Sementara itu Ibu Dominika Lega dalam dalam kisah baliknya menceritakan kembali pengalaman suka duka perjuangan bersama suami Frans Sales Lega dimana saat itu masih sulitnya transportasi darat, laut maupun udara. Menurut ibu Dominika Lega, niat membangun Bandar Udara Satar Tacik saat itu berangkat dari perjalanan panjang Babak Frans Sales lega yang hendak berangkat ke Kupang. Pulang – pergi Kupang – Ruteng waktu itu harus lewat maumere dan naik pesawt dari Maumere. Akirnya Bapak pikir bersama rakyat Manggarai dan kerja keras pembangunan Bandara tersebut dengan tenaga manusia (kerja bakti). Pemberian nama Bandar Udara Satar tacik menjadi bandar udara Frans Sales lega ini karena (alm) Frans sales lega sangat dikenal dengan jasa dan kerja kerasnya membangun Manggarai. Pada masa kepemimpinan Bupati kedua Manggarai itu merintis dan membuka jalur transportasi udara ini. (Alm) pemimpin yang karismatik dengan gebrakan pembangunan yang kini dinikmati generasi baru.
admin said on Monday, May 25, 2009, 0:24
Good Luck